Feeds:
Posts
Comments

Sudah lama saya tidam mengupdate blog ini, akhirnya saya memutuskan untuk menghidupkan kembali blog yang sudah lama tidur ini.

Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya pada tanggal 10 – 18 Juli 2010 ke Malaysia – Macau – Hong Kong. Cerita lengkapnya bisa dilihat di halaman ini Jalan – jalan ke Malaysia – Macau – Hong Kong

Saya baru sempat menulis sampai hari kedua, tapi nanti akan saya update lagi.

Selamat membaca!!!

museum_nasional_indonesia

Museum Nasional, Jakarta

Hampir 2 tahun saya tinggal di Ibukota Jakarta, tapi tak sekalipun saya pernah menginjakkan kaki di museum nasional, padahal hampir setiap hari saya melewati gedung yang terletak tepat di depan halte busway Monas ini.  Dengan seorang teman, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi museum nasional atau lebih dikenal dengan sebutan museum gajah.

Tepat pada pukul 10.30 WIB, saya menginjakkan kaki di depan museum nasional dan langsung menuju loket pembelian tiket masuk. Dengan harga tiket Rp 750 (terus terang saya cukup kaget dengan harga tiket masuk semurah itu), saya masuk dan mulai menikmati koleksi-koleksi yang terdapat di museum nasional. Continue Reading »

Core Analyst School – Part 1

Blog kali ini gw akan cerita tentang pengalaman gw ikut Core Analyst School.

Apa itu Core Analyst School? Core Analyst School adalah training wajib dari Accenture untuk level Analyst.  Lokasi training untuk analyst dari negara South East Asia, Australia, Korea, India, dan Jepang adalah di Putrajaya, Malaysia. Well, gw gak akan cerita tentang isi dari trainingnya, tapi gw akan cerita tentang pengalaman gw semasa training.

Day – 0, Sunday (23 November 2008)

Jam 9 pagi, gw dan 2 orang temen gw (Rado dan Angki) udah kumpul di Bandara Soekarno Hatta, karena pesawat akan terbang pukul 11.15, tapi kenyataanya pesawat baru terbang pukul 12.15 karena ada masalah bagasi.

Sekitar pukul 3 sore, gw sampai di KLIA. Tujuan pertama adalah menuju taxi counter buat beli tiket taxi ke Putrajaya. Setelah kurang lebih berkendara sekitar 45 menit, akhirnya tiba juga di Mariott Putrajaya.  Kesan pertama gw adalah waaw.. gede banget hotelnya…

Setelah check in, gw rencananya mau pergi ke KLCC naik shuttle dari hotel, tapi ternyata udah penuh, akhirnya gw book untuk pergi ke alamanda (salah satu mall di Putrajaya).

 

Tips: Untuk yang pergi CAS, setelah nyampe hotel, book shuttle ke KLCC untuk satu minggu, karena harga taxi dari hotel ke KLCC itu sekitar RM 80.

Day – 1, Monday (24 Nov 2008)

Hari pertama dimulai. Jam 6 pagi waktu malaysia (which is jam 5 pagi waktu Indonesia, hiks3x…) gw udah bangun dan bersiap-siap untuk makan pagi. Sampai tempat makan, udah banyak orang-orang dengan name tag Accenture. Ini waktunya untuk berkenalan dengan orang-orang Accenture dari negara lain, tapi karena baru hari pertama dan pagi-pagi pula, akhirnya gw memutuskan untuk gak kenalan dulu karena niatnya pengen makan pagi :P .

Sekitar jam 8, CAS dibuka. Baru deh gw berkenalan dengan orang-orang di sini, ya meskipun ujung-ujungnya agak lupa, tapi setidaknya gw akan bersama mereka selama 2 minggu kedepan. Di sesi ini juga gw untuk pertama kalinya bertemu dengan tim gw (gw masuk ke Team 1 Section 2).

Team 1 section 2 terdiri dari  6 orang,  yaitu Amand (Australia), Tanya (Australia), Fabian (Singapore), Ami (Jepang), Samuel (India), dan tentu aja gw.

Waktu terus berjalan sampai gak kerasa ternyata udah sore dan kelas pun selesai. Setelah selesai kelas, gw langsung ke kamar untuk ganti baju, soalnya hari ini mau pergi ke KLCC naik shuttle yang jam 18.45. Sampai KLCC kira-kira jam 8 malam, dan tujuan pertama adalah langsung foto-foto di depan Twin Tower dan menjelajah Suriah KLCC sampai jam 10.45.

Day – 2, Tuesday (25 Nov 2008)

Nothing to do on this day, gw cuma beristirahat di hotel dan menikmati kamar. Mempersiapkan energi buat acara besoknya.

Day – 3, Wednesday (26 Nov 2008)

It’s networking event. Ini waktunya buat berkenalan sama orang-orang dari negara lain. Jam 7 malam gw udah dateng ke tempat acara, tapi acara baru mulai sekitar jam stgh 8. Tapi itu bagus, karena gw punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang. Acara baru selesai sekitar jam 10 malam dan gw langsung melanjuatkan ke kamar untuk tidur.

Tips: manfaatkan waktu networking event ini untuk berkenalan dengan semua participant dan faculty. Berbagai macam minuman melimpah ruah di sini, dari mulai beer, red wine, white wine, champagne, aneka juice,  sampai air putih juga ada (yang terakhir ini penting lhooo), jadi jangan kebanyakan minum ya…

Day – 4, Thursday (27 Nov 2008)

Acara hari ini adalah berkunjung ke Accenture KL Office. Kebetulan Rado punya temen dari Accenture Malaysia, jadi kita bisa berkunjung deh ke Accenture KL. Accenture KL Office ini ada di lt 66  Twin Tower. Jadi, daripada ngantri tiket untuk masuk ke jembatan twin tower di lantai 42, mending masuk ke Accenture Office yang ada di lt. 66.  Gw seneng dengan arsitektur KL Office, meskipun tempatnya gak terlalu luas (menurut gw c lebih gede Accenture Jakarta, :P ), tapi designnya bagus.

Tips : Berkenalanlah dengan orang Malaysia, jadi mereka bisa nganter ke Accenture KL Office. Karena gak bisa sembarangan masuk ke situ (namanya juga Office… :p)

Day – 5, Friday (27 Nov 2008)

It’s party time…. Karena gak kebagian shuttle jam 18.45 dan gak mau rugi, akhirnya gw naik shuttle jam 10 malam (shuttle terakhir dari hotel). Sampai KLCC kira-kira jam 10.45 dan langsung menuju ke sebuah club, namanya Quattro. Lokasinya pas banget depan KLCC (tepatnya di Avenue K).

Waktu gw ke sana, gw gak tau kalo quattro ini dibagi jadi 4 bagian, ada summer (restaurant), autumn(club), winter(bar), dan spring(lounge) dengan suhu yang berbeda2. Jadi, gw langsung masuk ke autumn (bayarnya RM38). Setelah masuk ke dalam, ternyata temen2 gw pada di winter, dan masuk ke winter itu lebih mahal RM10 daripada ke autumn. Setelah begging-begging dengan petugas, akhirnya bisa juga masuk ke autumn dengan menambah RM10 (kalo kita bayar untuk masuk winter, bisa masuk ke semua tempat, tapi kalo cuma untuk autumn aja, gak bisa masuk ke winter).

Pas masuk ke winter, kita harus pakai jaket dan deposit sekitar RM50, karena ternyata suhunya dingiiiiin(sekitar 8 – 10 C di main room)…. udah gitu ada snowing room (suhunya sekitar -5 C). Kalo masuk situ serasa lagi musim dingin deh. Bagus juga konsepnya ni. Setelah mulai merasa bosan di winter, saatnya menuju Autumn.  It’s party tiiime….

Tips : Kalo mau ke quattro, mending bayar untuk masuk ke winter, jadi bisa masuk ke semua tempat.

Day – 6, Saturday (28 Nov 2008)

Hari ini ada kelas, tapi cuma sampai jam 12.00. Hari ini gw dan temen2 dari Indonesia berencana untuk pergi ke Putrajaya Lake. Gw udah book dari 3 hari sebelumnya (kalo gak salah), tapi ternyata nama kita gak tercantum di situ. Akhirnya terpaksa deh gw complain (yang ini complainnya bener lho… :P , gak kayak yang di sini), karena gw gak mau acara batal gara2 gak dapat shuttle.  Setelah complain, akhirnya kita dapet shuttle untuk ke Putrajaya Lake.

Di sana rencananya mau naik cruise ship, tapi ternyata waktunya gak cukup, karena jam 17.45 shuttle udah datang dan waktunya untuk pulang ke hotel.

Jam 9 malam, kita berangkat lagi ke KL untuk party lagi…  kali ini tempatnya di Cynnai, salah satu club di kawasan Asian Heritage.

Kesan pertama gw buat tempat ini wah kayak bar biasa, dengan musik yang biasa aja. Awalnya agak kecewa sih, tapi ternyata setelah jam 12 malam, ritme musik mulai meningkat and… it’s party tiiiime…

Gw baru pulang sekitar jam 3 pagi dan baru sampai hotel jam 4 pagi. Padahal, jam stgh 7 pagi harus berangkat ke KL Sentral, karena gw dan temen2 (Rado, Angki, dan Dessy) mau pergi ke Genting Highlands. Akhirnya, gw cuma tidur 1 jam stgh deh, ngantuuuk…

Picture

Bertambah 1 tahun

Tepat pada hari ini, 23 tahun yang lalu, lahirlah seorang bayi laki-laki yang sangat lucu, imut-imut,dan menggemaskan. Bayi laki-laki itu kemudian diberi nama yang sangat indah, Yudi Rizkiadi.

23 Tahun kemudian, bayi laki-laki yang lucu, imut-imut, dan menggemaskan tersebut berubah menjadi seorang pria yang arif dan bijaksana, baik hati dan tidak sombong, serta suka menolong (halaaaaah… berlebihaaan… :P )

Udah ah, terlau formal. Sekarang umur gw udah menginjak angka 23. Apa aja yang udah gw lakukan selama 23 tahun ini? mari kita simak perjalanan hidup gw.

20 Oktober 1985 :
Hari Lahirnya si Udhee

1988 :
Pindah dari Bogor ke Sukabumi.

1989 – 1991 :
Masuk di TKI Al-Azhar Sukabumi

1991 – 1997 :
Masa-masa sekolah di SDI Sukabumi

1997 :
Untuk pertama kalinya ngerasain pake seragam putih biru, jadi anak SMP di SMPN2 Sukabumi

2000 :
- Memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Bogor, akhirnya pindah deh ke Bogor dan sekolah di SMUN 1 Bogor.
- Waaaa…. celana seragamnya udah gak celana pendek lagi, tapi udah celana panjang (buat nutupin bulu kaki kali yaa :P ), warnanya abu-abu. Oh, jadi kayak gini rasanya jadi anak SMA.

2003 :
- Masa-masa mendebarkan, mau kuliah dimana?? ngambil jurusan apa??
- Hore… akhirnya jadi anak kuliahan juga, harus pindah deh ke Bandung buat kuliah di Teknik Informatika ITB
- Masa-masa kaderisasi jurusan, tiap hari sabtu dateng ke kampus buat kaderisasi. Hiks3x.. hari sabtu harus bangun pagi-pagi…

2004 :
- Masuk tingkat 2. Kalo dulu gw jadi yang ikut kaderisasis, nah sekarang gw yang jadi meng-kaderisasi :P

2005 :
- horeee…. keterima jadi asisten lab Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

2006 :
- tingkat 3 akhir… mata kuliahnya benar-benar menyiksaaaa…. uuuuuuu
- Kerja Praktek… Ooo, kayak gini to rasanya kerja…
- Nyari topik TA… dan mulai ngerjain TA

2007 :
- hore lulus… nama gw jadi bertambah ni, jadi Yudi Rizkiadi,ST
- Aaarggh… gw diterima di Accenture… seneng banget, secara gw pengen banget kerja di Accenture

2008:
- umur bertambah 1 tahun…

Makasih ya buat temen-temen yang udah ngasih ucapan baik langsung maupun lewat telepon, sms, maupun YM.

Pelupa??? Kenapa???

Udah lama rasanya gw gak ngisi blog, soalnya banyak banget kerjaan yang kadang membuat gw megap-megap buat cari udara (btw, ini cuma istilah doang ya, soalnya kerjaan gw bukan penyelam ato perenang yang megap-megap karena kebisan udara).

Blog kali ini gw mau cerita tentang kebiasaan pelupa gw yang aduuuh, bikin capek deh. Kejadian pertama waktu gw mo berangkat ke bandung. Gw pesen travel yang jam 10 malam tapi gw baru balik dari kantor sekitar jam 9 malam, alhasil begitu nyampe kosan gw langsung beres-beres. Sekitar jam 21.15, gw langsung cabut keluar kosan. Baru keluar pintu, tiba-tiba penjaga kosan gw bilang “Mas, kacamatanya ketinggalan…” aaaargh, akhirnya gw langsung ambil kacamata dan buru-buru pergi buat makan malam.

Lagi enak-enak makan, tiba-tiba gw di telepon travel kalo travelnya udah mau berangkat. Dengan berat hati, gw tinggalkan ayam bakar yang lagi lucu-lucunya buat dimakan. Dengan peluh keringat karena lari-lari takut ditinggal travel, gw nyari ojeg yang lagi mangkal. Langsung gw naek tu ojeg dan meluncur ke tempat tujuan.

Nyampe di travel kira-kira jam 22.50 (Ya ampun… kurang 10 menit aja ampe udah di telepon-teleponin, eh tapi ternyata gw adalah orang terakhir yang belum datang). Udah nyampe travel, gw langsung bayar tu ojeg beserta tips karena gw gak ada uang receh dan lagi buru-buru. Tiba-tiba tu tukang ojeg bukannya pergi malah nyodor-nyodorin tangan. Gw jadi heran ma tukeng ojegnya, udah gw bayar lebih malah masih minta juga. Terus gw bilang aja kayak gini “udah cukup kan bang?” terus si abangnya jawab “udah, tapi helmnya…” ya ampuuuun, ternyata helmnya masih nangkring di atas kepala gw, dan gw bener-bener lupa kalo masih pake helm. AAAARGHHHH

Nyampe Bandung sekitar jam stgh 1 pagi, dan gw minta tolong temen gw untuk jemput gw di travel. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya temen gw dateng pake motor juga. Ya udah gw langsung aja naik motor dan berangkat menuju tempat peristirahatan (mantan kosan gw). Ditengah jalan gw menggigil banget, Bandung dingiiiin bangeeeeet, gw lupaaaa kalo Bandung itu dingiiiin dan gw dengan pedenya naik motor gak pake jaket, brrrr…..

Gak lama kemudian penderitaan gw berakhir, karena sudah sampai di tempat tujuan. Karena kedinginan, gw langsung aja turun. Tiba-tiba temen gw ngomong gini “Yud, helm nya…” . OMG!!! sekali lagi gw lupa kalo masih pake helm. CK ck ck, dalam waktu hanya 3 jam gw melakukan kesalahan yang sama, lupa kalo masih pake helm.

Besoknya gw juga naik ojeg ke kampus gw tercinta karena ada acara, dan dengan suksesnya gw kembali melakukan kesalahan yang sama, yaitu gw langsung pergi dari ojeg sambil make helm punya tukan ojeg.

AAAAARGHHH ada apa antara kepala gw dengan helm? apakah karena saking nyamannya kepala gw ampe helm-helm itu gak mau lepas dari kepala gw??? uuuu, bikin maluuuu

Kejadian selanjutnya terjadi keesokan harinya. Waktu itu gw mau balik ke bogor. Gw udah dijemput padahal gw belum beres-beres, akhirnya gw langsung beres-beres dan langsung menuju mobil. Sampai mobil, gw inget gw belum bawa sepatu, akhirnya gw balik lagi buat ngambil sepatu. Sebelum nyampe mobil, gw tiba-tiba pengen ganti celana pendek,akhirnya gw balik lagi ke kosan buat ganti. Tapi karena setelah gw cari-cari gw gak nemu celana pendeknya, akhirnya gw gak jadi ganti celana. Setelah itu gw gak balik lagi ke kosan, tapi langsung menuju Bogor.

Besoknya, gw langsung berangkat dari Bogor ke Jakarta. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30. Dengan semangat 45 gw menuju mobil buat naro barang dan balik lagi ke rumah buat pakai sepatu. Ternyata oh ternya… sepatu gw gak ada!!!! AAAARGH!!!! gw cari-cari di rumah, di mobil, telepon tante gw yang kemaren ikut ke Jakarta, tapi hasilnya tetep NIHIL. Nyokap gw nanya apa bener gw udah bawa sepatunya, dan gw bilang gw yakin bawa itu sepatu.

Karena waktu udah mulai siang, akhirnya ya udah gw pasrah dan gak bisa langsung pergi ke kantor, tapi harus ke kosan dulu buat ambil sepatu satunya lagi. Setelah sampai kosan, gw minta kunci ke penjaga kos gw dan dengan santainya dia bilang “Sepatunya ketinggalan ya mas…”  AAAAARRGHHH!!!! ternyata waktu gw mau ganti celana, gw malah naro sepatu gw di kamar dan gak gw bawa lagi.

Dan kejadian yang bikin gw capek adalah ketika gw pergi karoke bareng ama temen-temen gw dan gw bawa barang ke tempat karoke. Pulang karoke sekitar jam 12 malam. Pas udah nyampe kosan dan gw bersiap-siap pergi ke dunia mimpi, tiba-tiba gw inget kalo barang gw KETINGGALAAAAAN!!! AAARGH… akhirnya jam 1 pagi gw balik lagi ke tempat karoke, padahal mata udah ngantuk berat, hiks hiks hiks.

Yang paling ngeselin adalah entah kenapa setiap gw pergi ke Bandung atau pulang ke Bogor, pasti aja ada satu item yang ketinggalan. Kalo gak sabun cuci muka, charger, ato apapun juga yang ukurannya kecil-kecil.

Itulah beberapa kisah hasil dari pelupa nya gw. Tapi setelah kejadian demi kejadian berlangsung, gw bertekad gak akan lupa. Jadi ingetin gw ya kalo gw lupaaa… :D

Salah Complain

Setelah sekian lama gak ke office, akhirnya gw ke office juga. Maklum, setiap hari kerja di tempat client, ke office cuma kalo lagi perlu aja atau mau ngobrol-ngobrol sambil minum secangkir kopi gratis (ini gw lakuin kalo pengen ngobrol-ngobrol sambil ngopi tapi lagi gak punya duit)

Kali ini gw akan bercerita tentang salah satu sifat gw yang suka complain kalo ngerasa dirugikan. Tapi permasalahannya adalah terkadang complain gw itu gak valid, alias salah complain.

Kejadian Pertama

Ini terjadi waktu gw ditugaskan ke Yogyakarta selama sebulan. Suatu hari,  di malam sabtu yang cerah, gw dan temen-temen gw pergi ke Bosche, salah satu tempat hiburan di kota gudeg ini. Waktu saat itu menunjukkan jam 00.30. Ditengah perjalanan, gw mengecek isi dompet dan ternyata uang di dompet gw kurang mencukupi. Akhirnya gw memutuskan untuk berhenti di salah satu ATM mandiri.

Dengan semangat 45, gw jalan menuju ATM dan memasukkan kartu ATM kedalam ATM (haduh kebanyakan kata ATM nih disini). Kemudian gw memasukkan angka sebesar X rupiah, lalu keluarlah kartu ATM dan tinggal menunggu uang keluar. 10 detik menunggu… 20 detik… 30 detik…. uuuh kelamaan. Gw mulai panik, kok uangnya gak keluar-keluar ya? akhirnya gw putuskan untuk memasukkan kartu ATM gw lagi dan mengecek isi saldo. Ternyata oh ternyata… saldo gw tinggal X + 10 rb rupiah. OH NO!!!!!! Saldo gw berkurang tapi uang gak keluar!!!!

Dengan tampang bete dan perasaan kesel, gw kembali masuk taxi sambil misuh-misuh. Akhirnya gw memutuskan untuk menelpon Call Center Mandiri. Gak lama kemudian telepon pun di angkat oleh call center Mandiri. Waktu gw denger suara agentnya, gw langsung ngomong dengan percakapan kira-kira seperti ini :

A (Agent): “Halo, selamat malam”
S (Saya): “Mas, saya mau complain!!!!”
A : “Iya Mas, bisa dibantu?”
S : “Saya tadi tarik uang di ATM tapi ternyata uangnya gak keluar, yang ada malah saldonya berkurang!!!”
A : “Baik Mas, bisa sebut nomor kartu debetnya?”
S: “XXXXXXXXXXXXXX”
A : “Ok Mas, tempat tanggal lahir?”
S : “YYYYYYY”
A : “Alamat ?”
S : “ZZZZZZZZZZZZZZZ, udah Mas?”
A : ” Iya sudah, terima kasih”
S : “Liat Mas di reportnya, ada kan laporan kalo saya beberapa detik yang lalul tarik uang!!!! ada kan jumlahnya berapa!!!!”
A : “Iya Mas, ada. Tapi disini tertulis uang tidak keluar karena saldo tidak mencukupi”

WHAT!!!!!!!! huhuhuhu, ternyata saldo gw emang gak mencukupi, karena sebelum narik gw berasumsi bahwa saldo gw itu sebasar 2X rupiah, tapi ternyata emang cuma segitu. Karena gw agak-agak malu udah marah-marah tapi ternyata salah, akhirnya gw bilang gini “Ya udah kalo gitu, saya cek dulu di BankMandiri.co.id berapa!!!!” sambil tetep dengan nada yang ketus karena gw masih gak terima kalo gw salah complain. Besoknya gw cek, ternyata saldo gw memang X+10rb rupiah. Pantes aja kagak mau keluar duitnya.

Kejadian kedua

Satu bulan setelah gw balik dari Yogya, gw dan teman-teman kantor berencana untuk liburan ke Bandung. Jauh-jauh hari, gw udah booking hotel dan sewa mobil. Hingga tibalah saatnya untuk berangkat ke Bandung.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 15.00 dan gw akan berangkat ke Bandung naik travel jam 18.00. Lagi asyik-asyiknya gw ngobrol ma temen gw, tiba-tiba masuk SMS yang isinya kira-kira kayak gini :

Mas Yudi, besok jadi di Hotel Royal Dago jam 06.30 pagi.

Setelah gw baca sms itu, tiba-tiba gw langsung naik pitam. Kok bisa-bisanya gw baru bisa masuk jam 7 hari Sabtu, jelas-jelas gw booking dari hari Jumat. AKhirnya gw langsung telepon ke nomor itu. Isi percakapannya kira-kira kayak gini :

S : “Mbak!!! Saya kan udah bilang kalo saya tuh booking dari hari jumat!!!!”
A : “Tapi Mas, bookingnya cuma sehari”
S : “NGGAK!!! siapa bilang? orang saya bilang dari hari Jumat kok”
A : “Kalo hari Jumat, baru siap jam 9 malam”
S : “Gak bisa!!! Saya dari Jakarta jam 5 sore, nyampe Bandung jam 8. Saya gak mau tau, pokoknya harus ada jam 8″
A : “Baik kalau begitu, kita usahakan jam 8 udah bisa”

Akhirnya gw tutup teleponnya setelah puas marah-marah. Gak lama kemudian, ada sms masuk. Isinya kira-kira begini :

Karena pakainya dari Jumat, jadi diitungnya 2×24 Jam. Totalnya Rp XXXXX Waktu itu soalnya bookingnya hari Jumat.

Setelah gw baca sms itu, gw langsung telepon lagi.

S : “Mba, ini mobil ya?”
A : “Iya Mas”
S : “Hoooo, saya kira kamar hotel. Kalo mobil sih emang cuma sehari mba, hari sabtu aja.”
A : “O gitu, ya sudah kalo begitu. Hari sabtu jadi dijemput jam 06.30 di Royal Dago?”
S : “Jadi mba”

Hiks… gw jadi ngerasa bersalah, ternyata mba nya itu mau komfirmasi aja. Setelah gw cek lagi SMS dari mbanya, ternyata isi yang bener seperti ini :

Mas Yudi, besok jadi dijemput di Hotel Royal Dago jam 7 pagi.

Gw gak baca kata dijemputnya!!!!! hahahaha…

Itulah dua contoh pengalaman gw salah complain, sebenernya masih ada beberapa lagi sih, tapi males nulisnya, udah kepanjangan, he3x…

Kenapa di dunia ini ada kecoa????

Ya, itu adalah pertanyaan yang kadang-kadang ada di kepala gw. Kenapa gw bisa tanya seperti itu? karena jujur aja, gw jijik dan takut banget ma kecoa… gak tau kenapa. Selain itu gw juga punya pengalaman buruk dalam menghadapi kecoa-kecoa yang gak tau diri itu.

Alkisah,  di suatu malam, di kota Bandung yang dingin, di kamar kosan yang tenang, 4 tahun yang lalu (aduh banyak banget sih keterangannya),  gw sedang berwisata ke dunia mimpi (alias tidur). Wisata gw ke dunia mimpi terganggu karena tiba-tiba idung gw mencium  aroma yang khas…. aroma yang bisa buat badan gw merinding… aroma yang bener-bener menjijikan… dan aroma itu adalah aroma kecoa!!! Dan bener aja, tiba2 gw membuka mata gw dan gw menangkap basah kecoa yang sedang berlari keluar dari LENGAN BAJU GW!!!!! AAAAARGH!!!!! Dasar kecoa gak tau sopan santun, seenaknya aja masuk-masuk baju orang, udah tau gw takut juga… akhirnya gara-gara itu tidur gw jadi gak tenang.

Beberapa bulan kemudian, di tempat yang sama (alias kamar kos gw), gw baru balik dari kampus, langsung ganti baju, ganti celana, rebahan di tempat tidur sambil baca buku. Lagi enak-enak baca buku, tiba-tiba gw juga mencium aroma yang familiar banget, aroma kecoa!!!! dan ternyata bener aja, kayaknya kecoa itu tau kalo gw sudah mencium keberadaannya, dia dengan manisnya berlari-lari kecil dari dalem CELANA PANJANG GW!!!!! AAARGH!!!! saat ini juga langsung gw berdiri dan buka tu celana, dan ternyata… masih ada satu kecoa lagi yang belum sempet kabur dan masih bertengger di celana panjang gw!!! AAARGH!!!!

Tapi diantara beberapa kejadian, yang paling gw inget dan paling menjijikan adalah kejadian ini.

Di suatu pagi yang cerah, 1 tahun yang lalu, gw bangun dengan hati yang riang. Mandi pagi, sisiran, pake baju yang rapih, pake parfum biar wangi, pokoknya udah keren banget deh. Hingga tibalah saatnya gw memilih sepatu yang gw pake, dan hati gw memutuskan gw bakal pake sepatu putih edward forrer gw (halah promosi), soalnya simple banget kaki bisa langsung masuk (FYI, gw gak suka pake sepatu bertali, karena gw harus mengeluarkan energi dan waktu lebih buat naliin sepatu). Tanpa punya firasat apa-apa, gw berangkat ke kampus sambil bernyanyi di sepnajang perjalanan (ya… gw kadang suka nyanyi sendiri kalo jalan, terutama kalo jalanannya sepi gak ada orang).

Sesampainya di kampus, gw langsung menuju tempat favorit gw, lab RPL… ber say hello dengan teman-teman di lab, buka laptop dan mengerjakan tugas di sana. Tiba-tiba, gw ngerasa ada yang nusuk-nusuk jempol kaki gw, saat itu gw berpikir kenapa ada plastik di dalem sepatu gw ya? karena rasanya kayak ada plastik. Tanpa pikir panjang, gw buka sepatu dan dengan tanpa berdosa gw memasukkan tangan gw dan mengambil plastik itu. Saat tangan gw udah keluar…. ternyata oh ternyata… itu bukan plastik… tapi itu kecoa yang udah mati,gepeng, kejepit sama kaki gw… AAAARGH!!!! spontan gw teriak dan lempar itu kecoa. GILA!!! untuk pertama kalinya gw megang kecoa secara langsung…. gw butuh waktu beberapa saat supaya berani pake sepatu itu lagi, karena gw takut masih ada kecoa yang lainnya (untungnya c nggak).

Kalo inget kejadian itu, gw masih suka merinding… hiiii gak mau lagi deh ngalamin kejadian kayak gitu. Mmm… gw akui kalo gw adalah orang yang males beres-beres, terutama beres-beres kamar. Tapi salah satu alasan kenapa gw gak mau beres-beres kamar adalah gw takut menemukan kecoa. Jadi daripada gw beres-beres kamar dan ternyata ketemu kecoa, mending gw suruh orang untuk beresin kamar gw.

Akhirnya udah lama gw gak mengalami pertarungan dengan kecoa, sampe akhirnya tadi malem, kira-kira jam 1/2 satu pagi, gw berniat untuk mandi (jangan mikir yang macem2 ya, kenapa gw baru mandi jam segitu). Tanpa ada firasat buruk, gw masuk kamar mandi. Baru nyalain shower, tiba-tiba gw mencium aroma yang familiar. Dan gw punya feeling, pasti ada kecoa di kamar mandi, gw liat kanan kiri atas bawah, tapi ternyata gak nemuin juga. Akhirnya gw berpikir bahwa itu cuma perasaan gw aja. Tiba-tiba pas gw mau cuci muka, dengan tampang tidak berdosa keluarlah kecoa kurang ajar yang ternyata dari tadi ngumpet di belakang ember. Spontan gw teriak dan keluar dari kamar mandi… untungnya gw belum mulai ritual mandi, baru sebatas cuci muka. Gara-gara itu gw langsung pindah kamar mandi dan mood gw untuk mandi jadi ilang (akhirnya gak jadi mandi deh cuma cuci muka doang). Pas gw menuju kamar, penjaga kosan gw keluar dan tanya ama gw “ada apa mas? kenapa teriak?”, terus gw jawab “ada kecoa di kamar mandi”…  penjaga kosan gw cuma senyum aja ngedenger penjelasan gw. Aduh jadi ngerasa gak enak, secara dia udah tidur dan akhirnya bangun gara2 denger gw teriak (ok, gw akui volume suara gw cukup besar, sampe2 gw bisa bangunin tuh penjaga kosan)Sampe sekarang gw masih jijik kalo inget kejadian itu.

Kalo dipikir-pikir, dari semua kecoa yang ada, yang paling menjijikan adalah KECOA TERBANG!!! karena dia suka seenak udel hinggap dimana aja, gak tau sikon (situasi dan kondisi), gak punya perasaan. Makanya kalo ada kecoa terbang, gw lebih baik keluar dari ruangan dimana kecoa itu terbang. Untungnya belum pernah dihinggapi kecoa terbang, jangan sampe deh… amit-amit!!!

Gw suka mikir, coba kalo kecoa itu warnanya gak cokelat butek kayak gitu, tapi warna-warna pelangi (merah kuning ijo), pasti keliatannya lebih bagus dan sedap dipandang mata. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, diwarnain kayak gimanapun gw gak akan pernah berpikiran bahwa kecoa itu lucu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.