Tadi pagi saya terbangun dalam keadaan gelisah, tiba-tiba saya teringat akan kejadian-kejadian yang membuat saya merasa bahwa seharusnya itu tidak terjadi. Rasanya saya ingin kembali ke masa-masa dimana semua kejadian itu belum terjadi. Terkadang saya heran, kenapa ini semua harus terjadi?
Saya ingin kembali seperti dulu lagi, dimana saya tidak terlalu perduli dengan orang lain, menutup diri, merasa benar atas semua hal yang saya lakukan tidak perduli orang lain suka atau tidak, merasa bahwa diri paling benar, yah meskipun merugikan orang lain tapi setidaknya saya merasa nyaman dengan diri saya sendiri. Mungkin itu adalah pikiran jahat, tapi lama-lama saya merasa lelah juga.
Dulu ketika saya sampai di tempat kos, saya akan menutup kamar dan mengunci diri dari dunia luar, sehingga tidak heran jika di tempat kos saya menjadi orang yang paling jarang bercengkrama dengan orang lain. Ketika saya kontrak bareng dengan teman-teman, di tahun pertama saya juga menutup diri. Mulai tahun kedua saya baru bisa untuk membuka diri. Tapi hanya sebatas membuka pintu kamar.
Kemudian terbesit sebuah pikiran, andaikan saya bisa kembali ke jaman SMA dimana saya memiliki teman-temang yang selalu bersedia mendengarkan cerita saya, keluh kesah saya, bahkan kekonyolan-kekonyolan yang telah saya lakukan tanpa mencibir atau menghakimi. Saya merindukan masa-masa itu.
Bagi saya, teman sangat berarti, tapi terkadang saya menghancurkan tali pertemanan. Dulu saya tidak peduli dengan hal itu, tapi sekarang saya terkadang merasa menyesal mengapa tali itu harus saya hancurkan. Perubahan ini terjadi karena saya mulai memikirkan orang lain, beda dengan keadaan saya waktu dulu.
Ketika teman saya sakit, saya merasa khawatir dan ingin membantunya untuk sembuh. Tapi kemudian terbesit sebuah pikiran “kalau saya sakit, apakah ada teman yang mengkhawatirkan keadaan saya?”
Ketika teman saya ada masalah, saya ingin sekali membantunya keluar dari masalah. Tapi kemudian terbesit sebuah pikiran “kalau saya ada masalah, apakah ada teman yang membantu saya?”
Ketika saya peduli dengan orang lain, tiba-tiba terbesit sebuah pikiran “apakah orang lain yang juga peduli dengan saya?”
Ketika saya membutuhkan suatu nasehat dan kritikan dari teman saya di kost, tiba-tiba terbesit sebuah pikiran “apakah masih ada yang mau memberikan nasehat dan kritikan untuk saya?”
Pikiran-pikiran macam itulah yang tiba-tiba saja masuk ketika saya bangun tadi pagi. Membuat saya berpikir dan terus berpikir… Andaikan semua itu tidak pernah terjadi…
Ya kalo andaikan semua tidak terjadi, mau ngapain dong? HEhehe, nonton Butterfly Effect ngga? The chain reaction of cause and effect is so complicated that you won’t know what it will turn out to be lah, just believe that you are now at the best of the chaos-and -order possibility happening. Chao!
Ya ampun.. mellow amat.
Tenang aja bung, jawabannya ada semua kok.
teman.. teman.. teman…
aku rindu teman-teman SMA…….
Yud, tenang aja. Gak usah takut. Lebih baik loe lebih menekadkan diri untuk mencintai orang2 di sekitar loe. Dan loe pun akan dicintai. Dan jangan lupa, secara khusus gw mau bilang kalau RD`ers tetep sayang sama loe. Semangat buat seminarnya. Sukses buat loe. Mami tahun depan nyusul dech…he3x