Kermaren saya menonton film 3 hari untuk selamanya di Blitzmegaplex Paris Van Java. Sinopsis dari film itu adalah sebagai berikut :
Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum
di klub malam.
Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya. (sinopsis dan gambar diambil dari sini)
Komentar :
Saya tertarik menonton film ini karena saya membaca berita di salah satu website (saya lupa namanya), kalau film ini bisa lulus sensor setelah dilakukan pemotongan sebanyak 8 adegan (bener gak ya? soalnya lupa). Selain itu, saya juga baca kalo produsernya sendiri, Mira Lesmana, meminta kepada petugas bioskop agar mengawasi jangan sampai ada penonton yang berusia di bawah 18 tahun menonton film ini.
Menurut saya film sangat bagus. Kalau dipandang sekilas, film ini terkesan vulgar dan tidak mendidik. Banyak adegan-adegan yang dapat mengundang kontroversi. Tetapi jika diresapi lebih mendalam, setiap dialog dari film ini memberikan suatu makna dalam menghadapi kehidupan. Dialognya pun tidak terkesan dibuat-buat, tetapi benar-benar menggambarkan generasi muda jaman sekarang.
Kehidupan malam, narkoba, seks , gairah seorang remaja, sampai ke masalah agama dan pernikahan digambarkan secara gamblang.
Selain itu, film ini juga menggambarkan beragam budaya dan keindahan alam dari daerah-daerah yang dilewati. Daerah Subang, digambarkan dengan hamparan kebun teh dan pemandian air panasnya (menurut saya sih itu di ciater). Daerah Indramayu digambarkan dengan daerah pantai serta salah satu tarian (saya gak tahu namanya apa) yang dapat merangsang birahi para pria. Di film ini juga digambarkan daerah sendang sono (bener gak ya?) yaitu salah satu tempat ziarah untuk orang-orang katolik.
Intinya, film ini sangat menarik dan bagus untuk ditonton.
Iiih.., kata Con2 kan filmnya bokep bgt Yud… Tapi bolelah ditonton, Nico-nya guanteng.. Kok kalo di film kaya ganteng bgt ya? Padahal waktu dulu sempet kencan ama dia di cafe Halaman gak segitunya de. Make up kali ya bo’?
Waa dah nonton??? pengen liat .. kok ga ngajak2 seh??
sangat pengen nonoton. penasaran. dan emang pasti bagus, gw percaya. tapi kapan nyampe purwokerto ya. di mana yang masih tanyang ya?
kapan mampir d layar kaca?
Kaget bgt!!! biasanya aq g suka nico tpi kali ini nico sukses meranin YUSUF. menurut qu, yusuf cowo bgt. yah bisa dibilang yusuf tipe cowo yg aq cari2 selama ini (Alah…malah curhat :p)
tapi asli gw suka ceritanya, suka lagu2nya, suka pemain2nya, apalgi YUSUF (bukan nico lho)
pengen nonton lagi, lagi n lagi…
yusuf… i like u..