Feeds:
Posts
Comments

Minggu, 21 Oktober 2007

Tepat pukul 08.00 Uhr, saya dan rombongan berangkat menuju Erfurt. Saya kira, jarak Frankfurt ke Erfurt sama seperti jarak dari Jakarta ke Bandung, tapi ternyata jarak dari Frankfurt ke Erfurt adalah 280 km (kalau tidak salah).

Suasana musim gugur sangat terasa. Pohon-pohon berwarna kuning dan merah, padang rumput yang hijau, serta rumah-rumah khas Jerman adalah pemandangan yang saya lihat selama perjalanan. Kesan pertama saya mengenai negara Jerman, sangat bersih dan teratur. Banyak sekali tanah-tanah kosong dan ladang-ladang. Saya sempat beripikir, kalo di Indonesia, tepatnya di Jakrta, pasti tanah-tanah tersebut sudah berubah menjadi perkantoran, perumahan, atau pusat perbelanjaan.

Di tengah perjalanan, saya melihat kincir angin yang sepertinya digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan kastil yang terletak di atas bukit.

003.jpg

004.jpg

0051.jpg

 

Dalam perjalanan, mobil yang saya tumpangi berhenti sejenak di tempat peristirahatan. Saya penasaran untuk mencoba toilet umum. Kesan saya pada toilet umumnya adalah bersih, gratis, tapi tetap tercium bau pesing, he3x. Sambil menunggu untuk melanjutkan perjalanan, saya menyempatkan diri untuk berfoto dulu.

007.jpg
saya, Nico, dan William

006.jpg
dingiiiin

3 Jam kemudian, tepatnya pada pukul 11.00 Uhr, saya tiba di tempat penginapan.Saatnya untuk beristirahat sejenak sebelum keluar untuk makan siang dan berjalan-jalan melihat kota Erfurt. [to be continued...]

Dalam blog kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya ketika saya pergi ke Jerman, tepatnya ke kota erfurt untuk menghadiri suatu acara di fachhochschule erfurt selama satu minggu.

Sabtu, 20 Oktober 2007

Hari keberangkatan saya ke jerman bertepatan dengan hari ulang tahun saya yang ke-22. Saya sangat senang sekali, karena saya menganggap ini adalah hadian ulang tahun terindah yang pernah saya dapatkan selama ini.

Pukul 14.00 saya berangkat dari Bogor dengan menggunakan DAMRI. Perjalanan dari Bogor ke Bandara membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit, dengan demikian seharusnya pada pukul 15.30 saya sudah tiba di bandara. Tapi ternyata perkiraan saya meleset, karena ternyata pada pukul 15.00 saya sudah berada di bandara.

Sampai bandara saya tidak bertemu siapa-siapa, tapi untunglah tak lama kemudian saya bertemu dengan Diah (FT-2003) yang juga ikut berangkat ke Jerman. Sambil menunggu yang lain, saya menghabiskan waktu dengan mengobrol.

Pada pukul 18.00 semua orang telah berkumpul dan bersiap-siap untuk check-in. Pada keberangkatan kali ini ada 10 orang yang ikut, 4 orang dari IF (saya, William-IF03, Nico-IF04, dan Wijoyo-IF04), 5 orang dari FT (Diah-FT03, Hadi-FT04, Pipin-FT04, Hendri-FT04, dan Cordova-FT04), serta 1 orang dosen FT (Pak Aman).

Pukul 20.00 pesawat berangkat menuju Kuala Lumpur untuk transit. Perjalanan ini memakan waktu selama kurang lebih 1 jam 50 menit. Pada pukul 22.50 waktu malaysia, pesawat tiba di bandara internasional malaysia. Pukul 23.00 waktu malaysia, saya dan rombongan kembali melanjutkan perjalan menuju frankfurt.

001.jpg
Menunggu di bandara internasional Malaysia (Nico, Wijoyo, saya, William)

 

Saya menghabiskan waktu selama 12 jam di dalam pesawat. Selama perjalanan, saya selalu melihat informasi mengenai waktu tiba, suhu di luar pesawat, kecepatan angin di luar, lokasi pesawat saat ini, dan informasi lainnya. Pada pukul 07.00 Uhr, saya tiba di bandara frankfurt.

002.jpg
Di dalam pesawat, setelah menempuh perjalanan selama 12 jam

Suhu udara di kota frankfurt pada saat itu adalah 5 C. Uuuh… dingiiiin…. itulah hal yang pertama kali terlintas di pikiran saya. Saat itu saya masih tidak percaya kalo saya sedang berada di Eropa, karena perjalanan ini adalah perjalana pertama saya ke benua Eropa, sekaligus pengalaman pertama pergi ke luar negeri.

Sampai di bandara, saya tidak langsung berangkat karena menunggu jemputan yang disediakan oleh pihak FH Erfurt. Tepat pukul 08.00, kami berangkat menuju erfurt. Erfurt…. I’m Comiiiing!!!!

Selamat Pagi Dunia

Selamat pagi dunia…

Saya ucapkan selamat pagi kepada burung-burung yang sedang terlelap dalam sarangnya, jangkrik-jangkrik yang tampak sedang berlibur,  serta seluruh hewan malam yang sedang giat beraktivitas demi kelangsungan hidupnya.

Huahm…. udah jam 2 pagi, dan saya masih belum bisa tidur, padahal tadi jam 11 ngantuk banget udah pengen tidur aja, tapi sekarang udah nggak lagi, soalnya waktu ngantuknya udah lewat.

Saat ini saya ditemani oleh teman-teman saya yang bernasib sama seperti saya. Ada Bram yang masih asyik nulis blog, ada victor yang sampe sekarang masih nyelesain slide buat presentasi ntar siang, ada dani yang sibuk nyari-nyari gambar, ada indi yang seharusnya udah tidur tapi belum tidur-tidur juga, ada miri yang tampak terlelap, ada fajar yang sedang asyik bermain di dunia mimpi, dan tidak lupa ada saya sendiri yang saking kurang kerjaannya nulis-nulis di blog (padahal kerjaan masih ada, tapi nungguin fajar bangun ni.)

Selain ditemani orang-orang, saya juga ditemani oleh secangkir teh hangat (tehhnya sendiri dikasih dari romy), hp saya yang tetap setia menemani saya dimanapun saya berada, karpet rumah miri yang saat ini sedang saya duduki, meja kecil tempat menyimpan laptop, dan tidak lupa laptop saya tercinta si chincilla yang belum tidur dari tadi sore.

Yak, semakin malam semakin bingung apa yang mau saya tulis, jadi biarlah kebingungan itu menjadi suatu anugerah yang akan membantu saya menuju suatu kejelasan yang pasti (paan sih?????)

Udah ah, makin lama nulisnya makin ngaco, tapi biarlah, mungkin waktunya buat saya untuk tidur. Tunggu Dulu!!!! 2 jam lagi imsak ni, jadi daripada ketiduran dan nggak bangun pas sahur, mendingan tidurnya setelah sahur aja, kan lebih enak jadinya. Eh, tapi setelah dipikirkan matang-matang dan dianalisis secara mendalam, mendingan tidur dulu deh barang sejaman aja.

Waktunya tiduuuur…

Buka Bareng + Sahur Bareng

Hari kemaren, tepatnya tanggal 21 September 2007, saya dan beberapa anak siaware diundang untuk menghadiri buka bersama di tempat kediaman Hatta Rajasa di daerah Gatot Subroto. Kenapa kami diundang? karena Hatta Rajasa adalah salah satu calon ketua Ikatan Alumni ITB, dan buka bareng itu adalah salah satu acaar untuk memperkenalkan tim sukses Hatta Rajasa beserta proker2 nya selama lima tahun kedepan.

Kumpul di depan gerbang jam 13.30, tapi baru berangkat jam 14,30. Ok… ngaret sejam, tapi kayaknya dah biasa deh,he3x… saya berada di mobil yang berisi : qiwe, romy, anjar, riozz, widi, seto, dan chendy. Mmh, sepanjang perjalanan saya dan anjar berkoar-koar tiada henti, sampe2 riozz akhirnya pindah duduk ke depan. Sekitar pukul 18.0 saya dan rombongan tiba di kediaman Hatta Rajasa, karena sepanjang jalan ngomong terus, jadinya haus banget. Untung pas nyampe udah buka, langsung deh saya sambar aja segelas es kelapa, huuuuaaaa segaaaar…

Di sana ternyata saya bertemu dengan banyak sekali alumni ITB, dan anak-anak siaware yang berdomisili di Jakarta juga dateng (tapi gak semuanya sih), wah jadinya seneng bisa ketemu mereka lagi, setelah sekian lama gak ketemu (kecuali Ratie, secara 2 minggu yang lalu udah ketemu).

Sekitar pukul 20.30, kami pulang, tapi gak langsung ke Bandung. Kita ke rumah Bu Devi di daerah Kramatjati.Seneng rasanya bisa ketemu Bu Devi, abisnya udah lama gak ketemu (padahal dua minggu yang lalu juga ketemu,he3x…). Nggak kerasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, akhirnya kami sepakat untung pulang ke bandung. Mobil yang saya tumpangi nggak langsung ke bandung, tapi nganter Anjar dulu ke daerah Ciputat. Setelah itu janjian ketemuan sama yang lain di rest area KM 19 (yang berangkat itu ada tiga mobil).

Di sana, saya cuma pesen 1 gelas kopi aja, soalnya kalo makan takutnya pas sahur udah kenyang terus jadi males makan. Sambil minum kopi, saya ngobrol-ngobrol sama yang lain, dan nggak kerasa waktu sudah menunjukkan pukul 01.30. Karena udah menjelang pagi, akhirnya kami langsung berangkat ke Bandung.

Nyampe Bandung kira-kira pukul 03.00, dan akhirnya memutuskan untuk nyari tempat sahur. Setelah perdebatan yang panjang dan tiada henti (nggak nyampe segitunya juga c), terbentuklah suatu kesimpulan kalo kita bakal makan di kantin yang ada di daerah sekeloa. Dengan semangat juang 45, kami menuju ke kantin itu. Nyampe sana ternyata kantinnya udah penuh aja dong, akhirnya nggak jadi makan deh. Ujung-ujungnya makan di warung tegal yang ada di tubagus ismail (sebelah MCCF).

Abis sahur, saya langsung pulang, soalnya udah ngantuk banget pengen tidur. Nyampe kosan pas deket waktu imsak, jadinya sempet minum dulu, abisnya saya masih haus ternyata. Abis itu tidur deh…. senangnya…

Pengalaman Keserempet Motor

Ya, kejadian ini terjadai tadi malam, tepatnya sekitar pukul 01.15 pagi. Kok bisa jam 1 pagi masih di jalan? begini ceritanya…

Kemaren, si indi ngidam banget sama sushi, terus dia ngajakin saya buat makan,  karena pengen rame-rame akhirnya kita sepakat ngajak anak-anak siaware. Akhirnya kita milih midori buat tempat makan, soalnya dapet diskon dari wibi (salah satu anak siaware, thx ya bi…). Abis itu, sekitar jam 8 an, saya ma indi berangkat menuju gokkana teppan di ciwalk, soalnya ada acara makan-makan terakhir bareng ndut, dia mau ke jerman dan berangkat hari ini (hiks3x… sedih ni…). Sekitar pukul 10 malam, kita sepakat untuk pergi ke nav buat karokean, dan baru selesai sekitar jam 12 lebih.

sebelum pulang, saya sama ridwan nganterin indi pulang dulu, karena gak ada angkot, akhirnya saya sama ridwan jalan kaki dari kosannya indi ke arah sangkuriang. Di deket patung gajah (depannya kafe halaman), lagi dibikin saluran air yang baru, makanya jalannya jadi cuma muat buat sekitar 1 mobil, soalnya saluran yang dibuat itu cukup gede dan dalem. Karena gak bisa lewat trotoar akibat dari saluran itu, akhirnya saya sama ridwan lewat depan pembatas saluran (yang dibuat dari seng, terus di cat belang-belang kuning item).

pas lagi enak-enak jalan, tiba-tiba dari arah berlawanan saya melihat ada lampu motor yang bergerak ke arah saya dengan kecepatan tinggi dan tepat lurus di depan saya. Waktu itu saya udah gak kepikiran apa-apa lagi, tiba-tiba bruk… dan ketika saya sadar saya sudah agak telentang di aspal dan sebagian kaki saya masuk ke lubang saluran air yang sedang dibuat.  Rasa sakit menyerang bagian belakang tubuh saya, terutama bagian panggul belakang. Tapi untungnya saya masih bisa jalan dan ternyata saya cuma luka tergores sedikit dan gak sampe berdarah-darah ato patah tulang. Saya bersyukur banget karena nggak terjadi apa-apa, cuma memar aja di bagian panggul belakang. Dan saya bersyukur saya masih hidup sampai sekarang. Saya gak kebayang gimana kalo saya terpental dan masuk ke dalam saluran air yang masih dibuat… sereeemmm….

Sampe sekarang bagian panggul belakang masih berasa nyut-nyutan, tapi gak apa-apa sih… sayangnya efek samping dari keserempet motor itu, semua barang yang saya pegang terpental dan hilang entah kemana (saya berasumsi masuk ke dalam saluran air itu), termasuk jaketnya ndut yang mau saya balikin hari ini…. maaf ya ndut, jaket lo ilang….

Siaware 12, LUAR BIASA!!!

Tanggal 6-9 September kemaren, saya kembali mengikuti siaware, tapi kali ini bukan sebagai peserta tapi sebagai fasilitator. Sayang benar-benar senang bisa kembali mengikuti acara siaware, karena saya merasa siaware adalah keluarga saya sendiri, saya merasa bahwa saya menemukan jati diri saya di siaware, dan saya merasa banyak orang-orang yang mendukung saya di siaware. Momen-momen siaware yang pernah saya rasakan 5 bulan yang lalu (di siaware 11 )bisa saya rasakan kembali.

Meskipun saya merasa lelah, capek, ngantuk, itu bukan kendala buat saya. Semangat dan fokus adalah kunci utama dari segalanya.

Selama 4 hari, saya mengenal banyak orang – orang baru, terutama small group saya. Saya mendapatkan buddy baru, Jukie (FA ‘00), makasih banyak ya Jukie, kapan-kapan kita sharing bareng lagi. My beloved small group : Handi (PN ‘01), Mico (KL ‘03), Anggun (MS ‘04), Anky (AR ‘01), Farha (Psi ‘07), Ina (Eko ‘01), Nina (Ose ‘04), Eny (Semarang), Hadi (TM ‘03), dan Tegar (TL ‘04). Tetep jaga semangatnya ya… I’ll miss u all… kapan-kapan kita kumpul bareng yuk…

Temen-temen fasilitator (mbak faiz, mas firman, sophie, ratie, romy, ilham, yafis, chendy, bowo, jukie, dewi, andik, dipo, david, qiwe, fajar, riozz, riesa, dan deasy), seneng banget bisa kerja sama bareng kalian. Saya gak akan lupa 4 hari yang luar biasa itu. Ratie, saya gak akan lupa kejadian di malam terakhir, kadang-kadang jadi pengen ketawa kalo inget, he3x…

Saya juga mau bilang terima kasih banyak buat Bu Devi yang telah memberikan kepercayaan sama saya untuk jadi fasilitator. Cepet sembuh ya bu…

Cuma satu kata yang bisa saya bilang buat siaware, LUAR BIASA!!!

Gak Jelas

Malam semakin larut… jam dinding menunjukkan pukul 01:30. Tapi udhee masih belum tidur juga…

Huwaaa…. pengen tidur tapi kok rasanya males ya? heran deh… mau tidur males, bangun tidur juga males…

Karena gak ada kerjaan, ya udah ngisi blog. Karena gak ada ide apa yang harus diisi, akhrinya isinya kayak ginian deh…

Eh, ternyata udhee mulai ngantuk ni…

tidur dulu ah…

Siaware 12

Teman-teman, mo ngasih tau, bakal ada siaware 12 ni.

image0012.jpg

Gempa tadi malem

Tadi malem waktu enak-enak tidur, tiba-tiba udhee ngerasain kok ada yang goyang-goyangin kasur ya… pikiran pertama yang terlintas adalah “anjir… ada hantu ngejailin gw..” karena serem, akhirnya udhee bangun. Tapi kok lantainya ikut goyang ya? kunci lemari kok goyang? lampu kok goyang? kipas angin kok goyang? jangan-jangan bukan hantu… tapinya gempa… dengan tekad membara, udhee turun ke bawah (soalnya kamar udhee di lantai 2). Dan ternyata barang-barang d bawah juga goyang… terus udhee iseng ngambil air minum, mo ngeliat kalo beneran gempa, berarti air di gelas juga bakal goyang… eh ternyata goyaaaaang…. akhirnya udhee ngambil kesimpulan kalo ternyata itu GEMPA!!!!

pelan-pelan udhee jalan ke deket pintu, terus siap-siap megang kunci biar langsung keluar kalo gempanya makin gede, tapi untungnya gempanya gak gede. Gak lama kemudian situasi mulai mereda dan udhee balik ke kamar. Abis itu udhee gak bisa tidur, soalnya takut ada gempa lagi, tapi ternyata tidur juga soalnya ngantuk banget. Lagian besok paginya harus bangun pagi, soalnya ada interview dan harus berangkat ke Jakarta. Mudah-mudahan hari ini gak ada gempa.

Ya, judul di atas saya ambil dari salah satu artikel di detik yang isinya kayak gini :

Pekerja IT yang mapan dalam pekerjaan dan punya gaji tinggi ternyata tak menjamin kelanggengan hubungan pernikahan. Menurut survey terbaru tingkat perceraian pada pekerja di sektor ini makin meningkat. Selain menggiurkan dengan gaji besar, bidang pekerjaan yang sedang naik daun ini ternyata juga punya risiko sendiri.

Menurut T.K.R. Sudha, salah satu pengacara di pengadilan tinggi Madras, India, 40 persen dari kasus perceraian yang ditanganinya merupakan pasangan pekerja IT professional dan pasangan yang bekerja di bidang BPO (Bussines Process Outsourcing). Demikian indiatimes, Rabu (1/8/20007).

Di Kota Chennai, India setahun terakhir ini tercatat ada 3000 kasus perceraian yang didaftarkan di pengadilan tinggi. Pengadilan Keluarga yang biasanya sepi, tiba-tiba menjadi sibuk karena banyaknya kasus perceraian yang didaftarkan, sampai-sampai para pengacara merasa kesulitan menangani seluruh pekerjaan mereka. Kota Chennai dan daerah sekitarnya merupakan tempat tinggal (kurang lebih) dua ratus ribu pekerja IT dan BPO.

Dr. S Nambi, mantan President of Indian Psychiatrists Association, merasa profesi ini (programmer perangkat lunak) harus membayar mahal atas tawaran dan gaya hidup yang ditawarkan oleh pekerjaannya itu. Karena pekerjaan IT ini memeras otak dan merupakan pekerjaan yang sarat kompetisi, emosi tinggi sering melanda mereka, dan hal tersebut membawa dampak pada kehidupan keluarganya. Karena permasalahan mental ini, banyak yang mengalami masalah dalam hubungan seksual yang berakibat pada keretakan rumah tangga, ungkapnya. Sekitar umur 28, mereka menjadi hyper sensitive. Pada usia 35 mereka akan merasa lelah (secara mental) dan capek, kata Nambi, yang kliniknya dipenuhi oleh sejumlah pasangan untuk konseling.

Comment :

Ya ampun… apakah udhee nanti di usia 28 akan menjadi hyper sensitive? dan usia 35 udhee akan merasa lelah? aaargh… berarti harus persiapan dari sekarang ni biar gak jadi kayak gitu… mudah-mudahan di Indonesia gak sampe kayak gitu ya buat pekerja IT nya…

« Newer Posts - Older Posts »